Business Model Canvas atau BMC sebenarnya adalah selembar kertas sakti yang membantu kamu membedah isi kepala ke dalam bentuk visual. Kamu tidak perlu lagi menulis rencana bisnis setebal buku yang membosankan dan jarang sekali orang baca. Alat ini membagi strategi menjadi sembilan elemen penting agar kamu bisa melihat gambar besar bisnismu dalam sekejap saja. Namun, sekadar mengisi kotak kotak tersebut secara asal asalan justru akan membuatmu bingung sendiri. Kamu harus mengikuti urutan bmc yang benar supaya setiap bagian bisa saling mengunci dan mendukung. Jika urutannya kacau, kemungkinan besar kamu akan terjebak dalam asumsi kosong yang justru menjerumuskan keuangan bisnismu ke dalam lubang kerugian.
Urutan BMC yang Benar untuk Strategi Bisnis
Banyak orang mengisi kanvas ini secara acak, padahal ada logika di balik penempatan setiap kotaknya. Mengikuti urutan bmc yang benar akan membantumu berpikir secara runut dari sisi luar ke sisi dalam bisnis.
1. Customer Segments

Kamu harus mulai dengan membedah siapa orang yang akan mengeluarkan uang dari dompetnya untuk kamu. Inilah langkah paling awal dalam urutan bmc yang benar yang wajib kamu lakukan dengan sangat teliti. Jangan pernah bilang bahwa semua orang adalah target pasarmu karena itu adalah resep menuju kegagalan. Kamu harus spesifik, misalnya ibu muda yang hobi belanja organik atau mahasiswa tingkat akhir yang butuh kopi murah tapi enak. Mengetahui siapa mereka akan membantu kamu menentukan semua langkah selanjutnya dengan jauh lebih mudah. Tanpa target yang jelas, promosi yang kamu lakukan hanya akan menjadi suara bising yang orang lain abaikan begitu saja.
2. Value Propositions

Setelah kamu tahu siapa mereka, sekarang tentukan alasan mengapa mereka harus peduli pada keberadaan bisnismu. Apa nilai lebih yang kamu tawarkan sehingga mereka mau berpaling dari pesaingmu? Langkah kedua dalam urutan bmc yang benar ini mengharuskan kamu menawarkan solusi nyata atas rasa sakit yang pelangganmu rasakan. Mungkin tokomu memberikan garansi paling lama, atau mungkin produkmu jauh lebih ramah lingkungan daripada yang lain. Nilai ini harus benar benar klop dengan kebutuhan segmen pelanggan yang sudah kamu kunci pada poin pertama tadi.
3. Channels

Bagaimana cara kamu memberitahu mereka bahwa solusi hebatmu itu sudah tersedia? Di sinilah kamu memilih kanal atau jalan untuk menyampaikan pesan dan produkmu. Dalam urutan bmc yang benar, pemilihan jalan ini harus mengikuti di mana biasanya pelangganmu nongkrong. Jika mereka lebih sering menghabiskan waktu di media sosial, maka kamu harus aktif di sana dengan konten yang menarik. Namun, jika mereka adalah tipe orang yang lebih suka datang langsung, maka lokasi fisik atau layanan tatap muka menjadi sangat krusial. Jangan sampai kamu salah memilih jalan karena itu hanya akan membuang biaya iklan secara sia-sia.
4. Customer Relationships

Bisnis yang cerdas bukan soal mencari pembeli baru setiap hari, tapi soal bagaimana membuat pembeli lama tidak mau pergi. Kamu perlu merancang gaya hubungan seperti apa yang ingin kamu bangun dengan mereka. Apakah kamu akan sangat personal dengan menyapa nama mereka lewat pesan singkat, atau kamu menyediakan sistem bantuan otomatis yang siaga setiap waktu? Menetapkan cara berkomunikasi ini sangat penting dalam urutan bmc yang benar agar pelanggan merasa dihargai dan punya alasan kuat untuk kembali lagi. Hubungan yang baik adalah kunci agar bisnismu bisa bertahan dalam jangka panjang dan punya komunitas pendukung yang loyal.
5. Revenue Streams

Sekarang saatnya menghitung bagaimana uang akan mengalir masuk ke dalam bisnismu setiap harinya. Kamu harus jeli melihat dari mana saja sumber pendapatanmu berasal agar kas perusahaan tetap sehat. Apakah kamu hanya mengandalkan penjualan produk, atau ada tambahan dari biaya langganan dan jasa lainnya? Dalam urutan bmc yang benar, kamu harus memastikan arus uang ini berjalan lancar untuk menutupi semua energi yang sudah kamu keluarkan. Model keuangan yang jelas akan membuat kamu tidur lebih nyenyak karena tahu bahwa bisnismu benar benar menghasilkan keuntungan yang nyata.
6. Key Resources

Kamu butuh mesin, alat, atau tim yang hebat untuk mewujudkan semua rencana di atas. Sumber daya kunci ini adalah aset berharga yang tidak boleh kamu abaikan begitu saja. Bisa berupa peralatan produksi yang canggih, modal uang yang cukup, hingga tim ahli yang tahu betul apa yang mereka kerjakan. Mengidentifikasi aset ini dalam urutan bmc yang benar membantu kamu tahu apa saja yang harus kamu miliki agar operasional tidak macet di tengah jalan. Tanpa aset yang tepat, semua janji manis kepada pelanggan hanya akan menjadi omong kosong yang merusak reputasi bisnismu.
7. Key Activities

Apa saja pekerjaan harian yang paling menentukan nasib bisnismu hari ini? Inilah aktivitas utama yang harus tim kamu kerjakan dengan penuh konsentrasi setiap harinya. Jika kamu membuka jasa desain, maka kegiatan utamanya adalah riset dan eksekusi visual, bukan sekadar membalas email seharian penuh. Memahami kegiatan kunci dalam urutan bmc yang benar akan membuat kerjamu jauh lebih produktif dan efisien. Kamu bisa membuang semua kegiatan yang tidak penting dan fokus hanya pada hal hal yang benar benar mendatangkan nilai bagi bisnismu.
8. Key Partnerships

Kamu tidak akan pernah bisa melakukan segalanya sendirian tanpa bantuan pihak lain. Kamu butuh mitra strategis yang bisa diajak kerja sama untuk membuat bisnismu berlari lebih cepat. Bisa jadi itu adalah penyuplai bahan baku yang bisa memberikan harga miring, atau agen ekspedisi yang menjamin barang sampai dengan aman. Langkah kedelapan dalam urutan bmc yang benar ini bertujuan untuk menekan risiko dan menghemat biaya operasional kamu. Dengan dukungan mitra yang tepat, kamu bisa lebih fokus mengurus strategi besar tanpa harus pusing dengan urusan teknis yang remeh temeh.
9. Cost Structure

Langkah penutup adalah menghitung semua tagihan yang harus kamu bayar agar bisnis tetap bisa bernapas. Kamu harus merinci biaya tetap seperti sewa gedung dan biaya variabel seperti bahan baku dengan sangat teliti. Memahami struktur biaya dalam urutan bmc yang benar adalah satu satunya cara agar kamu bisa menentukan harga jual yang pas. Jangan sampai kamu merasa jualanmu laku keras namun ternyata rugi karena tidak menghitung biaya operasional dengan benar. Informasi ini akan menjadi penentu apakah bisnismu layak untuk kamu teruskan atau perlu kamu rombak total modelnya.
Baca juga : Apa Itu Pajak? Pahami Pengertian, Fungsi & Manfaatnya
BMC Membantu Bisnis Lebih Terarah dan Terukur Dengan Bantu Pengusaha
Membangun strategi yang kokoh memang butuh waktu dan ketelitian yang tidak sebentar, namun kamu tidak perlu memikul beban itu sendirian. Mengikuti urutan bmc yang benar adalah investasi terbaik yang bisa kamu berikan untuk masa depan bisnismu sendiri. Kami di Bantu Pengusaha siap memberikan bimbingan teknis maupun strategis agar bisnismu memiliki fondasi yang tidak mudah goyah oleh persaingan.
Jangan biarkan bisnismu berjalan tanpa arah tanpa peta yang jelas karena risiko kegagalannya terlalu besar untuk kamu tanggung. Segera konsultasikan setiap ide dan rencana besarmu dengan tim kami untuk mendapatkan masukan yang jujur dan membangun. Hubungi Bantu Pengusaha sekarang juga melalui WhatsApp, mari kita susun urutan bmc yang benar agar bisnismu siap melompat lebih tinggi tahun ini.